Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

Buku autobiografi

Kata Pengantar Syukur Alhamdulillah dengan selesainya buku autobiografi saya semoga menjadi impian kepada semua guru yang ada di Magetan Buku ini menceritakan Bagaimana perjalanan saya dari yang saya ingat sampai yang akan kami rencanakan setelah pensiun barangkali rencana ini menjadi harapan untuk mengisi waktu setelah tidak bekerja lagi di dunia pendidikan namun semangat untuk memberikan dan mencerahkan generasi muda tidak hanya berhenti di sekolah namun di mana pun berada dan kapanpun saya tetap akan mencoba untuk memberikan pencerahan dan semangat untuk membangun negeri ini melalui dunia pendidikan dunia pendidikan Tidak hanya ada di bangku sekolah namun di lingkungan keluarga di lingkungan RT di lingkungan masyarakat masih membutuhkan orang-orang yang peduli terhadap pendidikan generasi muda dengan harapan generasi kita bisa menjadi orang-orang yang dapat menggantikan generasi tua generasi tua berharap jadilah generasi muda yang bisa menghadapi tantangan tidak hanya tanta...

Tes Kepala Sekolah

A.        Selama tes kepala sekolah saya agak ciut nyali karena saingan senior banyk sekali, namun hal itu tidak manjadi kendala bagi saya, saya ingin mengejakan yang terbaik untuk magetan, saya selalu mengerjakan soal minimal harus no terdepan. Kalua mengumpulkan tugas harus urutan terdepan. Kalua tida nomer 2 atau 3 perasaanku tidak puas. Untuk tes calon kepala sekolah, belliau Ibu kepala dinas langsung memberikan wawancara sendiri. Saya masih ingat dengan pertanyaan beliau ibu kepala dinas.   Beliau memberi soal yang kelihatan menjebak. Mengapa anda pingin jadi kepala sekola ?. saya pingin membangun pendidikan di kabupaten magetan. Lo jadi guru apa tidak bisa. Kalua jadi guru tidak punya kekeuasaan. Lo berarti kamu mencari kekuasaan. Wahh. Ini saya terjebak. Namun akhirnya sanya menceritakan ketika saya jadi guru tidak bisa berbuat banyak. Saya sering ditolak ketika membuat proposal program kegiatan. Contoh ketika mingin mengadakan pamer buku...

Wali Kelas

A.        Masa jadi wali kelas, merupakan masa uji coba mengelola kelas. Kepedulian guru dalam mengelola kelas merupakan pengabdian yang tak ternilai harganya.   Setiap hari minimal harus mengontrol kelasnya. Siapa yang tidak masuk dan siapa yang harus membersihkan kelas. Sesuai dengan tugas pokok fungsi   wali kelas harus memberikan perhatianlebih kepada kelas yang dibinanya, minmal harus bisa bersaing dengan kelas lain, jangan smapai kalah dengan kelas lain. Maka dibentuklah pengurus kelas yang hebat. Wali kelas yang hebat dapat menciptakana kelas yang hebat pula. Sedangkan pengurus kelas yang hebat dapat menciptakan kelas yang hebat pula. Semejak jadi wali kelas, nyali untuk memperhatikan kelas semakin tinggi. Bagaimana kelasnya menjadi terbaik diantara kelas yang ada. Saya pernah mengusulkan uang wali kelas. Namun kepala sekolah saat itu menangguhkan, karena dananya terbatas. Ketika itu saya membandingkannya dengan wali kelas di S...

Guru Bahasa Inggris

A.        Ketika jadi guru Bahasa inggris saya selalu ingin membuat nilai ujian nasional anak saya harus lebih baik dari yang lain. Sampai saya menargetka untuk di Kabupaten Magetan harus menjadi juara masuk 10 besar perolehan nilai Ujan Nasional Bahasa Inggris. Sebelum tercapai target itu sasa masih belum puas. Sampai saya melaksanaan tambahan jam k enol walaupun tidak ada yang memprogramkan. B.       Saya mengetahui kemampuan anak-anak saya, sehingga rela menambah jam tayang. Untuk memberikan pelajaran tambahan bagi anak-anak tidak hanya itu kami juga gambar ikan tambahan untuk memperkaya vocab biru pada anak-anak salah satunya adalah menulis pada pelajaran lain dengan bahasa Inggris ternyata metode ini sangat luar biasa kami pernah melakukan penelitian antara murid SMP 1 Parang dan SMP 2 Parang saat itu kami membandingkan bahwa dari 100 anak yang saya bandingkan ternyata berbanding jauh anak-anak SMP dua Karang rata-rata d...

Pengalaman Jadi Guru Seni Budaya

A.        Ketika jadi guru saya selalu pingin meningkatkan kualitas anak didik saya. Budaya target pada waktu itu sangat saya utamakan. Seperti setiap akhir tahun kami selalu mengadakan pameran hasil karya. Baik karya dari seni rupa, seni drama, seni busana, seni tata boga, seni dekorasi, seni tata taman, seni sastra, seni pertunjukan dan semuanya ditampilkan dalam kemasan ujian praktek seni akhir tahun. Pada waktu itu sangat menyita waktu untuk anak-anak yang kebetulan sedang menghadapi ujian nasional. Sampai ada guru lain yang curhat atau protes dengan adanya ujian praktek seni itu. Mereka cemburu karena menyita waktu belajar anak katanya. Anak-anak memang asyik lembur sampai malam. Bahkan anak-anak rela   mengeluarkan dana yang tidak sedikit jumlahya. Mereka saling bekerja sama untuk mengerahkan tenaganya untuk menhias kelasnya masing-masing demi nilai seni budaya. Semua tenaga dikerahkan untuk menghias dan mepersiapkan. Ubo rampe semuanya. D...

Pengalaman Kenaikan Pangkat

A.        Untuk kenaikan pangkat selalu sibuk dengan pengumpulan data. Saya pernah dibuat pontang panting ketika. Oleh beberapa teman tata usaha. Karena kekompakan kami, sehingga semuanya kami urus sendiri. Termasukmengusulkan kenaikan pangkat. Budaya kerjasama dengan teman sejawat sangat erat sehingga menjadi kekuatan tersendiri bagi kita untuk maju.

Menjadi Guru Di SMA Bakti Ponorogo

A.        Pengalaman yang saya peroleh dari SMA Bakti Ponorogo, sangat menjadikan pelajaran untuk menjadi kepala sekolah. kepala sekolah diSMA Bati saat itu menjadikan sekolah maju pesat. Seolah-olah setiap apa yang diprogramkan menjadi kenyataan saat dilaksanakan. Dan ternyata kunci sukses itu ada di ketegasan sang kepala sekolah. beliau sangat disegani. Beliau sangat memberikan penghargaan kepada siapapun yang memang berprestasi. Setiap usulan dari guru, selalu diberi sinyal untuk dilaksanakan. Beliau sangat paham dengan semakin meningkatnya mutu pendidikan semakin mahalpula dana yang dikeluarkan.   

Pegawai Negeri…

A.       . Gajiku yang 80 % sudah berakhir. Penambahan gaji sangat membanggakan. Ketika ada kenaikan berkala itupun menjadi berbeda. Karena gaji pokok nya akan naik pula. Setiap tahun selalu menunggu berita laporan presiden untuk menerima berita kenaikan gaji. Bahkan tepuk tangan itu sampai dihitung berapa kali.

Jadi PNS

Kalau 1987 ada tes Pegawai Negeri sehingga kami mendaftarkan sebagai negeri Alhamdulillah saya diterima dan ditempatkan di SMP 2 parang namun saya belum melepas guru di SMA Bakti Ponorogo hampir 7 tahun saya juga mengajar di Cuaca dan juga di SMP 2 parang Halo pagi di Ponorogo sorenya di SMP 2 Padang dan sebaliknya pada saat itu melihat pendidikan di SMP sangat memprihatinkan terutama pelajaran bahasa Inggris namun saat itu kami enggan untuk memberikan informasi bahwa saya punya minor bahasa Inggris karena kalau tahu kamu pasti akan diberi Clash  bahasa Inggris ganti dalam Akhirnya s kok iso kan merayu  kok geleman aya diberi pelajaran bahasa Inggris karena melihat kemampuan anak-anak yang masih jauh sehingga kami mengadakan les walaupun pihak sekolah belum membuat program les sampai teman-teman beri apresiasi kok gelem

lulus kuliah

 Bertepatan dengan tanggal lahirku aku diwisuda. Tanggal 14 Februari 1987 aku mendapatkan gelar Sarjana. Karena saking banyaknya wisuda dibagi dua hari. singkat cerita aku langsung pulang dengan membawa sebongkah harapan. Aku bawa 2 mesin ketik serta banyak buku-buku yang aku koleksi. Aku pulang ke kampung ingin membangun kampung halaman. Ketika mengurus ijazah akui ditawari untuk menjadi dosen.  Mengapa saya ditawari jadi dosen? Karena nilai  rata-rata kumulatif saya adalah 2,52, sehingga pantas untuk dijadikan dosen IKIP Yogyakarta. Naamun saya bilang saya ingin pulang akan membangun kampung halaman saja. Senangnya bukan main pulang kampung dan menikmati liburan yang panjang, Dua bulan aku merayakan kebebasan tidak mikir kuliah, Akhirnya menjelang tahun ajaran baru aku kesana kemari mencari sekolah untuk mencoba kerja. Tidak tangung-tanggung akusisir mulai dari Magetan yaitu SMA Panca Bakti dan SMA Bonaventura kami langsung meluncur ke  Madiun mencoba masuk SMA ...

ambil Thesis

Ketika mau keluar saya juga berbeda dengan teman-teman satu kelas Tidak ada satu pun yang mengambil tesis sedangkan saya mengambil tesis selama 2 tahun.  akhirnya malang melintang saya mencari sumberr dan berbagai perpustakaan di Yogyakarta sering saya kunjungi. untuk menambah referensi saya membeli buku. Semakin banyak buku yyang saya belai dan bahkan buku yang tidak relefan dengan jurusan sayapun aku beli. Bayangkan ketika itu saya mendapatkan kiriman uang sejumlah Rp. 15.000. namun saya membeli buku seharga Rp. 20.000. dan ada lagi buku yang saya beli yang berjudul Pendidikan Baru Islam seharga Rp. 5.000. Jadi saya memang senang membeli buku.

Ketika mengambil minor

Ketika mengambil jurusan lain atau istilahnya minor semua teman kami dari 40 siswa hanya saya dan teman dari Ponorogo yang mengambil mata kuliah Bahasa Inggris teman-teman kebanyakan mengambil bahasa Indonesia yang relatif mudah Saya hanya berpikiran bahwa kagak Inggris kedepannya bisa digunakan untuk mengajar dan juga masa depan

ketika mau kuliah

Ketika mau kuliah Bapak ku mengharapkan kuliah setahun saja ata  D1. Nek kuliah ora sah suwe-suwe 1 tahun saja gek dang Kerjo. Namun aku langsung mendaftarkan S1 IKIP Jogjakarta. danr di UNS Solo. Akhirnya alhamdulillah diterima di IKIP Yogyakarta jurusan seni rupa. Saat itu saya sendirian. Alhamdulillah ketika bayar di UGM kebetulan bertemu dengan teman dari Batak. Namanya Gendon Barus. Sambil berjalan kami berdua ngomong-ngomong akhirnya langsung disuruh mampir ke kosnya. Kami langsung bersama dia  ke kosnya. ................saya pulang dan selama hampir 1 Tahun Lamanya banyak pengalaman cari videonya cara orang Batak atau luar Jawa rata-rata mau pulang kalau sudah membawa sarjana