Pengalaman Jadi Guru Seni Budaya
A.
Ketika jadi
guru saya selalu pingin meningkatkan kualitas anak didik saya. Budaya target
pada waktu itu sangat saya utamakan. Seperti setiap akhir tahun kami selalu
mengadakan pameran hasil karya. Baik karya dari seni rupa, seni drama, seni
busana, seni tata boga, seni dekorasi, seni tata taman, seni sastra, seni
pertunjukan dan semuanya ditampilkan dalam kemasan ujian praktek seni akhir
tahun. Pada waktu itu sangat menyita waktu untuk anak-anak yang kebetulan
sedang menghadapi ujian nasional. Sampai ada guru lain yang curhat atau protes
dengan adanya ujian praktek seni itu. Mereka cemburu karena menyita waktu
belajar anak katanya. Anak-anak memang asyik lembur sampai malam. Bahkan
anak-anak rela mengeluarkan dana yang
tidak sedikit jumlahya.
Mereka saling bekerja sama untuk
mengerahkan tenaganya untuk menhias kelasnya masing-masing demi nilai seni
budaya. Semua tenaga dikerahkan untuk menghias dan mepersiapkan. Ubo rampe
semuanya. Dari penerima tamu, pembawa acara, penyaji sneck dan buku tamu
semuanya komplit bagaikan ujian semua kemampuan anak didik kita.
Komentar
Posting Komentar